Makkah (31/5). Menteri Haji dan Umrah RI KH Moch Irfan Yusuf mengatakan, pihaknya mulai menyusun langkah-langkah strategis untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Selain mengantisipasi kemungkinan tambahan kuota dari Arab Saudi, pemerintah juga tengah mencari formulasi terbaik menghadapi potensi kenaikan biaya operasional akibat meningkatnya harga avtur dan kebutuhan layanan jemaah.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait kuota haji tahun depan. Namun berdasarkan komunikasi dengan pihak Arab Saudi, pemerintah diminta menyiapkan data jemaah berdasarkan kuota yang berlaku saat ini. Pedomannya masih kuota tahun berjalan dan insyaallah tidak akan berkurang. Bahkan ada kemungkinan muncul tambahan kuota,” ujarnya melalui keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Menhaj Soroti Evaluasi Mina dan Istithaah Kesehatan untuk Haji 2027
Menurut Gus Irfan, secara teknis pemerintah siap apabila terjadi penambahan kuota. Namun, aspek pendanaan tetap menjadi perhatian utama, terutama kesiapan dana yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk mendukung peningkatan jumlah jemaah.
“Kemenhaj telah mulai menyusun rancangan layanan haji 2027 bahkan kerangka awal untuk 2028. Fokus yang dikedepankan bukan semata menekan biaya, melainkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tetap menjalankan fungsi pembinaan sesuai ketentuan. “Berbagai masukan terkait layanan jemaah, termasuk kebutuhan kursi roda bagi penyandang disabilitas dan lansia, akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan haji pada musim mendatang,” paparnya.
Baca Juga: Fase Armuzna Usai, Kemenhaj Langsung Bersiap Amankan Operasional Haji 2027
Menhaj juga menyoroti visi Arab Saudi yang menargetkan peningkatan jumlah jemaah haji dunia hingga 5 juta orang pada 2030. Menurutnya, peluang bertambahnya kuota Indonesia dapat membantu mengurangi masa tunggu haji, namun di sisi lain memerlukan kesiapan layanan dan pendanaan yang lebih besar.
Menhaj Gus Irfan mengapresiasi kedisiplinan jemaah haji Indonesia selama musim haji tahun ini. Ia mengimbau jemaah yang masih berada di Tanah Suci untuk tetap menjaga kesehatan hingga tiba waktunya kembali ke tanah air. “Jangan memaksakan diri. Tetap jaga ritme kesehatan sampai kepulangan,” pesannya. (Faqihu Sholih/MCH 2026)












