Surabaya (12/6). DPW LDII Jawa Timur menggunakan besek bambu sebagai pengganti kantong plastik dalam pembagian daging kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah plastik, sekaligus menjaga kualitas daging kurban agar tetap aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Sekretaris DPW LDII Jawa Timur Bambang Raditya Purnomo mengatakan penggunaan besek menjadi bagian dari edukasi kurban ramah lingkungan, yang terus digencarkan di berbagai daerah. Hal itu disampaikan saat memantau proses penyembelihan hewan kurban di kantor DPW LDII Jawa Timur, pada Kamis (28/5/2026).
“Penggunaan besek bukan hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga membantu menjaga kualitas daging kurban tetap sehat dan utuh saat didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia meneranhkan kampanye kurban ramah lingkungan tersebut sejalan dengan sosialisasi “Berkurban Sehat dan Halal” yang digelar LDII Jawa Timur bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan BPJPH menjelang Idul Adha 2026 lalu.
Raditya mengingatkan panitia kuran untuk selalu memperhatikan prinsip ASUH mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga distribusi daging. Ia juga menjelaskan penggunaan besek bambu mulai diterapkan sejumlah panitia kurban di berbagai daerah sebagai upaya mengurangi sampah anorganik saat Iduladha.
“Selain lebih ramah lingkungan, wadah tradisional tersebut dapat digunakan ulang oleh masyarakat. Kami berharap penggunaan kemasan nonplastik dapat menjadi budaya baru dalam pelaksanaan kurban,” jelasnya.
Bagi LDII Jawa Timur, ibadah kurban tidak hanya bernilai sosial dan ibadah, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan. Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi mengatakan, dari data yang telah DPW LDII Jawa Timur himpun, terjadi peningkatan hewan kurban dari tahun lalu.
“Meningkatnya jumlah hewan kurban mencerminkan kepedulian sosial warga yang tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang masih dipengaruhi gejolak global. Daging kurban yang dihimpun didistribusikan kepada masyarakat sekitar, terutama warga yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Berdasarkan data, DPW LDII Jawa Timur menghimpun hewan kurban senilai sekitar Rp172 miliar pada Idul Adha 1447 Hijriah. Jumlah tersebut terdiri atas 5.702 ekor sapi dan 9.144 ekor kambing yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada Idul Adha 1446 Hijriah, warga LDII Jawa Timur menghimpun 5.542 ekor sapi dan 7.055 ekor kambing. Peningkatan itu terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipengaruhi gejolak konflik di Timur Tengah.













