Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Faqir, Itukah Kita?

2026/01/12
in Nasehat
2
Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan

Ada perasaan trenyuh, tersentuh, ketika seseorang mengenalkan diri sebagai al-faqir. Apalagi membawa-bawanya terus dalam percakapan sehari-hari. Seolah membelah dada menjadi beberapa belahan. Satu belahan bertanya, satu lagi merintih seolah tak kuasa. Dan menjadi tentram ketika mendalami ayat ini.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِۚ وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

“Wahai manusia! Kalianlah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Fāṭir: 15)

Ayat ini singkat, namun mengguncang fondasi kesombongan manusia. Ia tidak dimulai dengan larangan, tidak pula ancaman. Ia dimulai dengan sebuah penyingkapan hakikat: bahwa manusia, siapa pun dia, setinggi apa pun ilmunya, sekuat apa pun pengaruhnya, sehabat apapun pemikirannya, pada hakikatnya adalah faqīr—makhluk yang bergantung sepenuhnya. Tak berdaya.

Dan dari sinilah justru lahir pemahaman indah yang menyatu. Di hadapan Allah, kefakiran bukan cela. Ia justru posisi ontologis manusia. Nafas yang kita hirup, detak jantung yang tak kita kendalikan, pikiran yang kadang jernih kadang gelap—semuanya bersaksi bahwa kita hidup dari karunia, bukan dari kuasa diri.

Sebaliknya, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Al-Ghaniyy, Yang Maha Kaya. Kekayaan-Nya bukan karena memiliki, tetapi karena tidak membutuhkan. Dan Dia tetap Maha Terpuji, bukan karena pujian makhluk, tetapi karena seluruh keberadaan bersumber dari kesempurnaan-Nya.

Kefaqiran sebagai Jalan Kesadaran

Para salaf memandang kefakiran bukan sekadar kondisi ekonomi, melainkan kesadaran batin. Imam Hasan al-Bashri berkata: “Manusia akan terus baik selama ia mengetahui bahwa dirinya lemah dan Tuhannya Maha Kuat.” Kesadaran akan kelemahan inilah yang melahirkan kerendahan hati, doa yang jujur, dan ibadah yang hidup. Ketika manusia lupa akan kefakirannya, lahirlah ilusi kemandirian. Ia merasa cukup dengan akalnya, dengan hartanya, dengan jejaring sosial dan pengaruhnya. Namun justru di sanalah kehampaan bermula.

Imam Ibn Taymiyyah رحمه الله menegaskan: “Hakikat ibadah adalah puncak ketundukan yang lahir dari puncak kebutuhan kepada Allah.” Artinya, ibadah bukan sekadar ritual, tetapi pengakuan eksistensial bahwa tanpa Allah, manusia tidak memiliki apa-apa—bahkan dirinya sendiri. Pemahaman yang jelas dan menghantarkan kesadaran pada tempat semestinya, seharusnya.

Kekayaan yang Menipu

Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, manusia sering tertipu oleh kekayaan semu: ilmu yang membuat sombong, amal yang melahirkan rasa aman palsu, atau kedudukan yang menumbuhkan lupa diri. Ia menulis dalam Ihya’ ‘Ulumuddin: “Orang yang merasa cukup dengan amalnya, sesungguhnya telah miskin tanpa ia sadari.”

Ayat Fāṭir ini membongkar ilusi tersebut. Ia mengingatkan bahwa bahkan amal saleh pun tidak memberi manfaat tanpa rahmat Allah. Manusia bukan hanya membutuhkan rezeki-Nya, tetapi juga rahmat dan penerimaan-Nya.

Faqir dalam Tradisi Tasawuf

Dalam tasawuf, konsep faqir bukan kemiskinan lahir, melainkan kosongnya hati dari klaim kepemilikan. Jalaluddin Rumi menggambarkannya dengan indah: “Mengapa engkau gelisah mencari, padahal engkau adalah kekosongan yang sedang diisi oleh-Nya?” Seorang yang sadar akan kefakirannya tidak lagi sibuk menuntut dunia, karena ia telah menemukan sandaran yang lebih kokoh. Ia bekerja, berusaha, dan beramal—namun hatinya tidak menggantung pada hasil, melainkan pada Sang Pemberi.

Dari Kesadaran Menuju Keindahan Hidup

Surah Fāṭir ayat 15 mengajarkan bahwa kedewasaan spiritual bukan ditandai oleh merasa “sudah sampai”, melainkan oleh semakin dalamnya kesadaran akan kebutuhan kepada Allah. Semakin dekat seseorang kepada-Nya, semakin ia merasa kecil—namun justru di situlah ia menjadi tenang. Ibn ‘Athaillah as-Sakandari berkata: “Kebutuhanmu kepada Allah adalah kehormatanmu, dan ketergantunganmu kepada selain-Nya adalah kehinaanmu.” Maka ayat ini bukan ayat yang melemahkan manusia, melainkan membebaskannya: membebaskan dari beban menjadi segalanya, dari tuntutan palsu untuk selalu kuat, selalu benar, selalu berhasil.

Cukuplah manusia menjadi hamba. Dan cukuplah Allah menjadi Tuhan. Di sanalah hidup menemukan keseimbangannya—antara kefaqiran yang jujur dan kekayaan Ilahi yang tak pernah habis. Jadi, kemana kita akan pergi?

Tags: Faqirnasehat

Comments 2

  1. Adin Mutohar says:
    4 months ago

    Subhanalloh w alhamdulillah

    Reply
  2. Rofiq says:
    4 months ago

    Jazakumullahu khoiro buat semua tim. Sungguh nasihat ini bermanfaat

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ari Pudji on LDII Dukung Penguatan Inklusi Keuangan Syariah Oleh OJK di Pondok Pesantren
  • Supardo on DPP LDII Hadiri Konsolidasi LDII Jawa Timur, Perkuat Sinergi dan Satukan Langkah Organisasi
  • Supardo on LDII Gandeng Kejari Bontang Berikan Edukasi Hukum Pada Warga
  • Fatkhul ikhwan13 on Pererat Kolaborasi, LDII Dlingo Jalin Silaturahim dengan Pengurus LDII Playen dan Patuk
  • ria ratna ayu rizalina slamet on KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasi Akomodasi Daker Makkah, Suryo Panilih

Aktivitas Jemur Jemaah Dibatasi, PPIH Siapkan Solusi Alternatif

May 9, 2026
Mbah Mardijiyono

Berusia 103 Tahun, Mbah Mardijiyono Jemaah Haji Tertua Asal Indonesia

May 4, 2026
Kick off Gelombang II, Jemaah Diimbau Pakai Ihram di Embarkasi

Kick off Gelombang II, Jemaah Diimbau Pakai Ihram di Embarkasi

May 7, 2026
KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah

KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah

May 11, 2026
LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing

LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing

3
Kasi Akomodasi Daker Makkah, Suryo Panilih

Aktivitas Jemur Jemaah Dibatasi, PPIH Siapkan Solusi Alternatif

2
DPD LDII Kabupaten Demak

Persediaan Darah Menipis Saat Ramadan, LDII Demak Gelar Donor Darah

2
Ponpes Wali Barokah Tuan Rumah Seminar Pemuda, Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

Ponpes Wali Barokah Tuan Rumah Seminar Pemuda, Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

8
LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah

LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah

May 14, 2026
Audiensi dengan Pemkab Bekasi, LDII Siap Dukung Program Pembangunan Daerah

Audiensi dengan Pemkab Bekasi, LDII Siap Dukung Program Pembangunan Daerah

May 14, 2026
Hadiri Upacara Pemkab Bandung, LDII Dukung Tiga Pilar Pembangunan

Hadiri Upacara Pemkab Bandung, LDII Dukung Tiga Pilar Pembangunan

May 14, 2026
Terima Kunjungan Kesbangpol Padang, LDII Siap Perkuat Pembinaan Masyarakat

Terima Kunjungan Kesbangpol Padang, LDII Siap Perkuat Pembinaan Masyarakat

May 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah May 14, 2026
  • Audiensi dengan Pemkab Bekasi, LDII Siap Dukung Program Pembangunan Daerah May 14, 2026
  • Hadiri Upacara Pemkab Bandung, LDII Dukung Tiga Pilar Pembangunan May 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.