Makkah (17/6). Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan lancar. Memasuki hari ke-57 operasional haji dan hari ke-15 fase pemulangan, penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah ke Indonesia resmi dimulai.
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, Rabu (17/6/2026).
Hingga Selasa (16/6/2026), sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan total 101.391 jemaah dan 1.042 petugas. Secara keseluruhan, jemaah dan petugas yang telah dipulangkan ke Indonesia mencapai 102.433 orang.
Sementara itu, 253 kloter telah tiba di Tanah Air dengan total 98.487 jemaah dan 1.010 petugas, sehingga jumlah kedatangan di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang.
Untuk pergerakan Gelombang II dari Makkah ke Madinah, sebanyak 157 kloter telah diberangkatkan dengan 60.242 jemaah dan 628 petugas, sehingga total yang telah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang.
Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Maria menegaskan bahwa Kemenhaj bersama petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan seluruh layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara untuk memastikan kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir.
Ia juga mengimbau jemaah agar menjaga dokumen perjalanan, terutama paspor, agar tidak tertinggal atau hilang selama proses kepulangan.
“Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik,” katanya.
Selain itu, jemaah diminta menjaga kondisi kesehatan dengan cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang melelahkan menjelang keberangkatan.
Kemenhaj juga kembali mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin karena akan didistribusikan di Tanah Air sesuai mekanisme yang berlaku.
Di tengah proses kepulangan, Maria mengajak jemaah untuk tetap menjaga semangat kebersamaan, khususnya dalam membantu lansia, jemaah disabilitas, dan mereka yang membutuhkan pendampingan.
Ia menambahkan bahwa nilai persaudaraan selama haji merupakan bagian penting dari perjalanan spiritual yang harus terus dijaga hingga kembali ke Tanah Air.
“Atas nama Kemenhaj, kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya jemaah haji Indonesia. Semoga momentum ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah perjalanan transformasi diri,” ujarnya.
Maria menegaskan, kemabruran haji harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Inilah makna Sukses Peradaban dan Keadaban yang menjadi bagian dari Tri Sukses Kementerian Haji,” pungkasnya.














