Makkah (20/5). Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau pelayanan jemaah di Hotel Al-Hidayah Tower, Sektor 10, kawasan Aziziyah, Makkah, Selasa (19/5/2026). Ia ingin memastikan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah berjalan optimal, termasuk pada akomodasi yang memiliki jarak relatif jauh dari Masjidil Haram.
Wamenhaj Dahnil secara khusus menggandeng anggota Amirul Hajj yang memiliki kepakaran di bidang transportasi, yakni pengusaha jalan tol Jusuf Hamka (Baba Alun) dan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol (Purn) Suntana. Keterlibatannya dinilai penting untuk mengevaluasi skema pergerakan jemaah.
Baca Juga: Apa Itu Murur dan Tanazul? Ini Penjelasan Musyrif Diny
“Sektor 10 atau Al-Hidayah ini menjadi salah satu yang menjadi perhatian utama karena merupakan hotel yang paling jauh. Jaraknya ke Masjidil Haram sekitar 12 kilometer. Karena itu, Kemenhaj memberikan perhatian khusus, mulai dari fasilitas hotel hingga layanan bus Sholawat yang menjadi andalan jemaah,” ungkapnya.
Meski berada di lokasi terjauh, Wamenhaj mengungkapkan temuan yang positif terkait kepuasan jemaah di sektor tersebut. “Nah ternyata, justru yang minim komplain hari ini, yang minim pengaduan, itu adalah pelayanan di Hotel Al-Hidayah ini,” tegasnya.
Kepuasan tersebut sejalan dengan kelengkapan fasilitas yang tersedia. Saat berkeliling, Wamenhaj memastikan ketersediaan kantin yang representatif sebagai pusat berkumpul jemaah, lengkap dengan keberadaan warung-warung yang menjajakan makanan khas Indonesia.
Wamenhaj juga mengecek area penatu mandiri. Ia memastikan jumlah mesin cuci yang disediakan cukup banyak sehingga jemaah tidak perlu antre panjang. Wamenhaj pun menginstruksikan para petugas di Sektor 10 untuk mengecek kelaikan fasilitas secara berkala dan segera memperbaiki jika ditemukan mesin yang rusak. (Faqihu Sholih/MCH 2026).













