Jakarta (15/8). DPD LDII Banyuwangi berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembinaan sumber daya manusia melalui penguatan karakter dan akhlak generasi muda. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Heri Sujatmiko, saat audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Banyuwangi, Chaironi Hidayat, pada Rabu (5/8/2026).
Tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan. Tujuannya, agar mereka memiliki karakter yang kuat dan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif. Untuk itu, LDII meminta arahan Kemenag agar program-program organisasi dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah di bidang pembinaan umat.
“LDII berupaya membina generasi muda agar memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, serta mampu menjaga diri dari pengaruh negatif dan kemaksiatan di tengah perkembangan zaman,” kata Heri dalam keterangannya.
Menanggapi hal itu, Chaironi Hidayat mengatakan, komunikasi Kemenag dengan LDII selama ini berjalan sangat baik. Ia menyambut baik sinergi yang telah terjalin. Sebab, pembentukan karakter remaja memerlukan peranan lintas sektor. Mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga ormas.
“Kami berharap sinergi ini terus ditingkatkan untuk mewujudkan Banyuwangi yang madani, generasi mudanya berakhlakul karimah, serta mampu membangun keluarga yang harmonis,” katanya.
Chaironi turut memperkenalkan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Menikah (BRUM). Program ini terbuka untuk dikolaborasikan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi menilai, program ini juga cocok dikolaborasikan dengan LDII.
Silaturahim tersebut ditutup dengan penyerahan buku bertema platform pendidikan LDII pada pihak Kemenag. Buku tersebut adalah Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII di Indonesia dalam Platform Profesional Religius dari Sabang Sampai Merauke karya Dr. Ahmad Ali MD. Ini menjadi simbol komitmen memperkuat kolaborasi dalam pembinaan masyarakat.













