Di kaki Jabal Uhud terdapat sebuah bangunan sederhana yang kerap luput dari perhatian para peziarah. Masjid kecil yang dikenal dengan nama Masjid Fash atau Masjid Uhud itu menyimpan salah satu jejak penting dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW pada Perang Uhud.
Menurut Ainul Yaqin, seorang mukimin yang tinggal di Madinah, lokasi tersebut diyakini sebagai tempat Rasulullah SAW bersama para sahabat menunaikan salat Zuhur setelah berakhirnya Perang Uhud. “Rasulullah dan para sahabat melakukan shalat di sini pada akhir Perang Uhud,” ujarnya saat ditemui di kawasan masjid tersebut.
Bangunan Masjid Fash berukuran relatif kecil dengan bentuk sederhana. Panjangnya sekitar enam meter dan lebarnya empat meter, sementara tinggi bangunan hanya sekitar dua meter. Selama berabad-abad, masjid ini sempat mengalami kerusakan sehingga yang tersisa hanyalah sebagian struktur bangunannya.
Seiring waktu, berbagai upaya pemugaran dilakukan untuk menjaga keberadaan situs bersejarah tersebut. Pada era pemerintahan Arab Saudi, masjid ini beberapa kali diperbaiki, termasuk rekonstruksi yang dilakukan pada masa pemerintahan Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Tak jauh dari masjid terdapat sebuah lokasi yang diyakini sebagai tempat Rasulullah SAW berlindung ketika pertempuran berlangsung sengit. Dalam riwayat yang berkembang di kalangan masyarakat setempat, kawasan tersebut menjadi tempat Nabi beristirahat setelah mengalami luka-luka akibat serangan musuh.
“Karena posisi beliau sudah terluka parah sehingga para sahabat melindungi Rasulullah di kawasan Gunung Uhud tersebut,” kata Ainul.
Di bagian atas lereng juga terdapat bekas celah atau gua yang dahulu sering dikunjungi peziarah. Namun saat ini area tersebut telah ditutup oleh otoritas Arab Saudi untuk mencegah berbagai praktik yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat.
“Karena mungkin terlalu banyak penyimpangan sehingga oleh Kerajaan Arab Saudi lokasi tersebut kemudian ditutup,” ujarnya.
Kini, Masjid Fash menjadi salah satu destinasi ziarah yang banyak dikunjungi jemaah saat berada di Madinah. Meski ukurannya kecil dan sederhana, tempat ini menghadirkan pengingat tentang beratnya perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam mempertahankan dakwah Islam di masa-masa awal. Banyak pengunjung menyempatkan diri melaksanakan salat sunnah dan berdoa di kawasan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ziarah ke situs-situs bersejarah lainnya di sekitar Jabal Uhud.













