Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Membangun Akhlak Lingkungan

2026/06/07
in Opini
0
Ilustrasi: Pinterest.

Ilustrasi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Wilnan Fatahillah*

Selama ini, ketika berbicara tentang akhlak mulia (al-akhlaq al-karimah), pikiran kita sering kali langsung tertuju pada sikap ramah kepada sesama manusia, menghormati orang tua, atau bersikap jujur dalam berniaga. Kita jarang atau mungkin belum terbiasa memperluas ruang lingkup akhlak tersebut hingga menyentuh pohon-pohon yang berdiri tegak, air yang mengalir di sungai, hingga hamparan tanah tempat kita berpijak. Padahal, dalam sistematika Islam yang kaffah, ruang lingkup moralitas tidaklah sempit. Iman kita tidak hanya diuji melalui Hablum Minallah (hubungan dengan Allah) dan Hablum Minannas (hubungan dengan manusia) semata. Ada satu pilar krusial yang menyempurnakan segitiga kesalehan hidup kita: Hablum Minal Bi’ah, yaitu akhlak, etika, dan adab manusia terhadap alam dan lingkungan hidupnya.

Langkah pertama dalam membangun akhlak lingkungan adalah merombak cara pandang kita terhadap alam. Di mata seorang mukmin yang memiliki kejernihan hati, alam semesta bukanlah sekadar benda mati atau komoditas ekonomi yang bebas dieksploitasi tanpa batas. Alam adalah entitas yang hidup secara spiritual; mereka adalah sesama makhluk ciptaan Allah yang tunduk dan bertasbih kepada-Nya dengan cara mereka sendiri. Allah SWT mengingatkan realitas spiritual ini dalam QS. Al-Isra’: 44:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka.”

Ketika kita menanam pohon, merawat tanaman, atau membersihkan sungai, kita sebenarnya sedang menjaga keberlangsungan “paduan suara tasbih” alam semesta kepada Sang Pencipta. Sebaliknya, ketika kita merusak hutan atau meracuni ekosistem, kita sedang membungkam makhluk-makhluk Allah yang sedang berzikir. Menyadari hal ini akan melahirkan rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam di dalam dada kita terhadap alam sekitar.

Rasulullah ﷺ adalah sosok yang dikirim Allah untuk menyempurnakan akhlak (li-utammima shalihal akhlaq). Dan keteladanan akhlak beliau tidak berhenti pada manusia saja, melainkan tumpah ruah kepada alam dan binatang. Di dalam kitab-kitab hadis, tercatat betapa detailnya Rasulullah ﷺ meletakkan adab berinteraksi dengan lingkungan:

a. Adab terhadap air: Beliau melarang keras mengotori sumber air bersih. Nabi ﷺ bersabda:

لاَ يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي المَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لاَ يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ

“Janganlah salah seorang di antara kalian kencing di air yang diam (tergenang) yang tidak mengalir, kemudian ia mandi di dalamnya.” (HR. Bukhari no. 239).

b. Adab terhadap flora dan fauna: Bahkan dalam situasi perang yang penuh ketegangan pun, Rasulullah ﷺ dengan tegas melarang pasukan muslim untuk menebang pohon-pohon yang berbuah, membakar ladang, atau membunuh hewan-hewan ternak secara sia-sia. Jika dalam kondisi perang saja kelestarian alam wajib dilindungi, maka sungguh tidak berakhlak jika di masa damai kita merusak alam demi ego dan keserakahan pribadi.

Bagi kita yang mungkin selama ini masih abai, sering menyisakan makanan hingga menjadi sampah emisi, gemar menggunakan plastik sekali pakai tanpa kontrol, atau malas memilah sampah, pertanyaannya: Bisakah akhlak buruk ini diubah? Jawabannya adalah sangat bisa. Sifat abai dan merusak terhadap alam bukanlah karakter bawaan mati yang tidak bisa diperbaiki. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali menegaskan bahwa jika hewan yang buas saja bisa dijinakkan dan dilatih budi pekertinya melalui metode yang tepat, maka manusia yang dianugerahi akal tentu jauh lebih bisa mengarahkan nafsunya. Allah SWT membuka pintu perubahan itu secara lebar melalui QS. Ar-Ra’d: 11:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Untuk mengubah akhlak lingkungan dari pribadi yang destruktif (mufsid) menjadi pribadi yang transformatif dan membawa perbaikan (mushlih), tasawuf Islam memberikan dua tahapan latihan jiwa (riyadah) yang sangat aplikatif:

a. Metode Al-Takhalli (Membersihkan Diri): Paksa diri kita untuk menghentikan kebiasaan buruk terhadap alam. Lawan rasa malas untuk mencari tempat sampah, tahan ego untuk tidak menyalakan lampu atau pendingin ruangan saat tidak digunakan, dan stop kebiasaan membuang-buang makanan (tabdzir).

b. Metode Al-Tahalli (Menghias Diri dengan Kebiasaan Baru): Gantikan kebiasaan buruk dengan tindakan hijau yang konsisten secara berulang-ulang hingga mendarah daging menjadi karakter. Mulailah membawa botol minum sendiri untuk menekan sampah plastik, rawatlah minimal satu tanaman di rumah, dan hematlah penggunaan air saat berwudu.

Bagaimana proses konkretnya agar kesadaran lingkungan ini tidak hanya menjadi teori di kepala, melainkan menjelma menjadi karakter yang melekat pada diri seorang muslim? Dalam psikologi Islam pembentukan karakter tidak terjadi dalam semalam. Ia harus melewati sebuah proses transformasi bertahap yang kita sebut sebagai “Tangga Ekologis”. Sebagai contoh, untuk meraih “Perilaku Mengelola Sampah Plastik Sekali Pakai”, perlu dilakukan tahapan-tahapan:

Level 1: Etika Lingkungan (Tahu Aturan)

Ini adalah fondasi paling awal. Seseorang berada di level ini ketika ia baru sebatas mengetahui dan mematuhi aturan tertulis atau hukum positif yang berlaku di masyarakat. Contoh Konkret: Anda menahan diri untuk tidak membuang sampah plastik ke sungai semata-mata karena tahu ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur denda bagi pembuang sampah, atau karena takut ditegur oleh orang sekitar.

Level 2: Adab Lingkungan (Sentuhan Sopan Santun)

Naik ke tangga berikutnya, kepatuhan tidak lagi digerakkan oleh rasa takut pada denda, melainkan karena munculnya kesadaran moral, estetika, dan kehalusan budi pekerjanya sebagai makhluk sosial. Contoh Konkret: Saat selesai makan di tempat umum, Anda tidak meninggalkan botol plastik begitu saja di meja. Anda secara sadar memungutnya, berjalan mencari tempat sampah, dan memilahnya ke dalam kotak “sampah anorganik”. Anda melakukannya demi menjaga keindahan lingkungan dan menghormati hak kenyamanan orang lain yang akan menggunakan meja tersebut.

Level 3: Akhlak Lingkungan (Spontanitas Karena Iman)

Di level ini, tindakan merawat alam sudah berpindah dari ranah sosial ke ranah transendental (spiritual). Tindakan hijau dilakukan secara spontan, tanpa beban, dan lahir dari rasa takut serta cinta kepada Allah (Muraqabah). Contoh Konkret: Ketika Anda sedang berjalan sendirian di tengah hutan sepi tanpa ada kamera CCTV maupun orang lain yang melihat, Anda melihat sebuah botol plastik tergeletak di tanah. Tanpa berpikir panjang dan tanpa ada keinginan untuk dipuji, Anda langsung memungutnya. Mengapa? Karena hati Anda berbisik bahwa Allah sedang melihat Anda, dan Anda ingin bumi yang sedang bertasbih ini bersih dari noda. Tindakan memungut sampah ini terjadi secara refleks dan spontan.

Level 4: Karakter Lingkungan (Jati Diri Hijau)

Inilah puncak tertinggi dari metode transformasi ini. Ketika Akhlak Lingkungan di level 3 dipraktikkan secara konsisten selama bertahun-tahun, ia akan mengkristal menjadi Karakter (Character/Tabiat). Pada tahap ini, nilai-nilai kelestarian alam telah mendarah daging dan menjadi identitas mutlak dari kepribadian Anda. Contoh Konkret: Anda telah dikenal luas oleh keluarga, teman, dan masyarakat sebagai seorang “Eco-Muslim” atau Muslim Hijau. Karakter ini mewarnai seluruh keputusan hidup Anda: Anda selalu membawa tumbler dan kantong belanja kain ke mana pun pergi, menolak dengan tegas penggunaan sedotan plastik sekali pakai, aktif mengedukasi orang lain tentang gaya hidup minim sampah (zero-waste), dan merasa gelisah atau “sakit secara spiritual” jika melihat ada kerusakan alam di sekitar Anda. Menjaga bumi bukan lagi sekadar aktivitas berkala, melainkan sudah menjadi jalan hidup (way of life) Anda.

Akhlak kita kepada lingkungan adalah cerminan langsung dari kualitas keimanan kita kepada Allah SWT. Kelak di hari kiamat, bumi yang kita tinggali ini tidak akan diam. Ia akan berbicara dan melaporkan setiap rekam jejak perilaku kita di atas permukaannya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Az-Zalzalah: 4:

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya.”

Mari kita bangun akhlak yang manis dan hijau kepada alam semesta melalui penegakan Hablum Minal Bi’ah. Jadikan setiap jengkal tanah yang kita pijak, air yang kita gunakan, dan udara yang kita hirup sebagai saksi di hadapan Allah kelak bahwa kita adalah khalifah yang dipenuhi rasa kasih sayang, yang memakmurkan bumi, dan merawat kebersihan dan kesucian ciptaan-Nya.

*) Dr Wilnan Fatahillah, S.H.I., M.H., M.M., CFLS adalah Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII.

Tags: akhlakAlamLingkungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • ihsanudin udin on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Subandi Yanto on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Azizs on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Mulyadi Safwan on Bentuk Karakter Luhur Generasi Muda, LDII Kota Palembang Helat Perkemahan CAI
  • Angka DH on LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

July 23, 2026
LDII Perkuat Sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah

LDII Perkuat Sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah

July 21, 2026
LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

July 22, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

3
LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

2
MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

2
LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

1
Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar

Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar

July 26, 2026
Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah

Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah

July 26, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

July 25, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar July 26, 2026
  • Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah July 26, 2026
  • DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda July 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.