Gunungkidul (18/6). Pemuda LDII dan Senkom Mitra Polri Kabupaten Gunungkidul mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (1/6/2026). Ini menjadi bagian dari komitmen LDII dan Senkom dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat persatuan, serta membangun karakter generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Sekretaris Pengurus Daerah Senkom Mitra Polri Kabupaten Gunungkidul, Agus Yulianto, mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna penting bagi pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, Pancasila tidak hanya diperingati setiap 1 Juni, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga persatuan, dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan meningkatkan tanggung jawab sebagai warga negara. Generasi muda perlu memahami nilai-nilai Pancasila dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan,” ujar Agus.
Ia menilai perkembangan zaman yang semakin dinamis menghadirkan berbagai tantangan baru bagi generasi muda, termasuk derasnya arus informasi dan perubahan sosial. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu terus ditanamkan agar generasi muda memiliki pegangan dalam menghadapi perubahan sekaligus mampu menjaga persatuan bangsa.
“Pancasila mengajarkan gotong royong, toleransi, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda agar mampu berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto, mengapresiasi keikutsertaan pemuda LDII dan Senkom dalam upacara Hari Lahir Pancasila. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan komitmen warga LDII dalam mengimplementasikan salah satu dari delapan bidang pengabdian LDII, yakni wawasan kebangsaan.
“LDII memandang Pancasila sebagai dasar negara sekaligus panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, kami terus mendorong generasi muda untuk memiliki karakter religius, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Keikutsertaan dalam upacara ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran agar generasi muda memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” ujar Supriyanto.
Ia menambahkan, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga perlu diimbangi dengan pengalaman langsung dalam kegiatan sosial dan kebangsaan. “Keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan akan membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” tutupnya.

