Manokwari (29/6). DPD LDII Kabupaten Manokwari menggelar pengajian rutin ibu-ibu dengan materi pernikahan sebagai ibadah terpanjang dalam hidup manusia. Acara berlangsung di Masjid Al-Mubarok, Fanindi, Manokwari, Papua Barat, pada Minggu (21/6/2026).
“Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan umatnya untuk melaksanakan pernikahan agar dapat meneruskan keturunan dan terhindar dari pelanggaran had berupa perzinaan,” ujar Ust. Muhammad Cholid Hidayat Habibulloh saat menyampaikan materi yang diambil dari hadis khutbah Jumat tentang bab pernikahan.
Ia menjelaskan, syariat Islam telah mengatur berbagai ketentuan pernikahan agar mudah dijalankan umat. Menurutnya, pernikahan merupakan ibadah terpanjang yang akan dilalui pasangan suami istri sehingga membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
Untuk menjaga keutuhan rumah tangga, Ust. Cholid menganjurkan pasangan suami istri memperbanyak ibadah dan tirakat. Ia menyarankan membiasakan puasa Senin-Kamis maupun puasa Nabi Daud sebagai ikhtiar memohon rida dan pertolongan Allah SWT dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasehat LDII Papua Barat, Ngatno, mengingatkan pentingnya peran seorang istri dalam menjaga keharmonisan keluarga. Menurutnya, istri memiliki tanggung jawab sebagai penjaga garda rumah tangga.
“Termasuk menjaga amanah keluarga, mendampingi suami, serta berperan aktif dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang alim, faqih, dan berakhlakul karimah,” jelasnya.
Ia juga mengajak para ibu untuk tetap memberikan perhatian kepada suami dan bijak mengelola rumah tangga, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini. Menurutnya, kesungguhan seorang istri dalam menjaga keharmonisan keluarga merupakan bagian dari ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.
“Tetap tampil ayu dan cantik di depan suami serta menjaga amanah rumah tangga dalam kondisi apapun. Mungkin itu terasa berat namun disitulah letaknya surga bagi seorang istri,” ujarnya.
Melalui pengajian rutin tersebut, LDII Manokwari terus mendorong peningkatan pemahaman keagamaan bagi para ibu sebagai bekal membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta melahirkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.












