Padang (21/6). DPD LDII Kota Padang melalui Pembina Penggerak Generus (PPG) Kota Padang menggelar kegiatan “BERSUA” atau Berbincang Santai Penuh Makna bagi generasi penerus (generus) usia mandiri. Kegiatan yang berlangsung di Cafe Teman Dekat, Padang, Sumatera Barat pada Senin (1/6/2026) lalu, bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membekali persiapan berumah tangga.
Ketua PPG Kota Padang Hery Handayana menjelaskan, pertemuan ini menjadi wadah bagi generasi muda usia mandiri untuk berdiskusi mengenai persiapan pernikahan, komunikasi pasangan, dan pengembangan kualitas diri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu peserta mempersiapkan masa depan secara lebih matang.
“Kami berharap generus usia mandiri memiliki bekal yang cukup dalam memilih pasangan dan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Saya mengapresiasi kepada panitia yang telah merancang kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan yang menghadirkan pasangan suami istri, M. Rizal Novianto, pengusaha coffee shop, dan Rina Tupon Pangudi Luhur, ibu rumah tangga yang juga menyandang gelar Magister Pendidikan. Keduanya berbagi pengalaman dan pandangan mengenai kehidupan rumah tangga kepada para peserta.
Dalam pemaparannya, Rizal menekankan pentingnya kesiapan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, setiap generasi muda perlu membangun kesiapan lahir dan batin agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik.
“Tentang sesuatu yang baik pasti akan ada jalannya. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga,” kata Rizal.
Ia menambahkan, masa satu hingga lima tahun pertama pernikahan umumnya menjadi periode penyesuaian yang penuh tantangan bagi pasangan. Karena itu, sikap saling memahami dan mendukung menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.
“Berumah tangga tidak selalu indah seperti yang dibayangkan. Keindahannya terletak pada kerukunan, kekompakan, saling menerima, mendukung, dan memaafkan,” ujarnya.
Sementara itu, Rina mengingatkan peserta agar menyamakan visi dan misi dengan calon pasangan sebelum memutuskan menikah. Menurutnya, kesamaan tujuan akan memudahkan pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
“Ketika memilih calon pasangan, pastikan ia sesuai dengan kriteria yang diharapkan dan memiliki keseriusan untuk membangun rumah tangga,” tutur Rina.
Ia juga menegaskan bahwa memilih pasangan tidak semestinya didasarkan pada status sosial. Selain itu, laki-laki maupun perempuan perlu mengenali karakter calon pasangan dengan baik agar dapat saling memahami setelah menikah.
“Kalau ingin mendapatkan pasangan yang baik kualitasnya, maka kita juga harus meningkatkan kualitas diri. Ketika ada masalah dalam rumah tangga, selesaikan terlebih dahulu antara suami dan istri melalui komunikasi yang baik,” pungkasnya.
Kegiatan itu berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pandangan mengenai persiapan pernikahan dan kehidupan berkeluarga. (Berlian/Nisa)

