Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Sekelumit Kartini

2026/04/20
in Nasehat
0
Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Setiap bulan April, kita seperti diundang untuk menoleh kembali. Menengok ke dalam, bukan sekadar ke masa lalu, tetapi ke dalam diri. Di sana, nama Raden Ajeng Kartini tidak lagi hanya berdiri sebagai tokoh sejarah, melainkan sebagai cermin: sejauh mana kita telah merdeka, dan sejauh mana kita masih terbelenggu.

Kartini bukan sekadar perempuan yang menulis surat. Ia adalah jiwa yang gelisah di tengah tradisi yang kaku, pikiran yang menyala di ruang yang sempit. Ia tidak memberontak dengan teriak, tetapi dengan terang. Ia tidak mengguncang dengan kekuatan fisik, tetapi dengan gagasan. Dalam sunyi, ia menenun keberanian: berani berpikir, berani merasa, dan berani berharap.

Semangat ini sejalan dengan seruan Al-Qur’an agar manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya:

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

“Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.” (QS. Al-Baqarah: 257)

Kartini, dengan caranya, sedang mengetuk pintu “cahaya” itu—bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk kaumnya. Ia ingin manusia tidak hidup dalam gelapnya kebodohan, tetapi dalam terangnya ilmu dan kesadaran.

Menyambut Kartini hari ini, kita tidak cukup hanya mengenakan kebaya atau mengulang kutipan-kutipannya. Kita perlu bertanya dengan jujur: apakah kita sudah menjadi manusia yang berpikir merdeka? Atau justru kita sedang hidup dalam bentuk “penjajahan baru”—yang tidak terlihat, tetapi terasa? Penjajahan oleh rasa takut, oleh standar sosial yang menekan, oleh keinginan untuk selalu terlihat sempurna di mata orang lain.

Padahal Islam sendiri memuliakan ilmu sebagai jalan pembebasan. Wahyu pertama yang turun bukanlah perintah berperang, melainkan perintah membaca:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Di sinilah ruh Kartini bertemu dengan ruh para ulama dan pemikir besar. Seorang Alim – Faqih pernah mengingatkan, “Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.” Maka, terang yang dicari Kartini bukan sekadar tahu, tetapi hidup dalam kesadaran.

Sementara itu seorang Alim Faqih yang lain menegaskan, “Sesungguhnya di dunia ini ada surga; barang siapa tidak memasukinya, ia tidak akan masuk surga akhirat.” Yang ia maksud adalah ketenangan jiwa karena mengenal kebenaran. Bukankah Kartini sedang mencari “surga kesadaran” itu di tengah himpitan zamannya?

Dari dunia tasawuf, Jalaluddin Rumi berbisik lembut, “Mengapa engkau tinggal di penjara, padahal pintu terbuka lebar?” Kalimat ini seperti menampar halus: sering kali yang membelenggu kita bukan keadaan, tetapi cara kita memandang diri dan dunia.

Bahkan dari pemikir Barat, suara yang sama bergema. Nelson Mandela berkata, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia—sebuah gagasan yang telah lebih dulu hidup dalam jiwa Kartini. Dan Malala Yousafzai menguatkan dengan kalimat yang sederhana namun tajam, “One child, one teacher, one book, and one pen can change the world.” Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena—cukup untuk menyalakan perubahan.

Kartini juga mengajarkan keberanian untuk jujur pada diri sendiri—tidak tunduk pada tekanan yang menyesatkan. Ini selaras dengan firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah: 119)

Dan ukuran kemuliaan dalam Islam pun jelas:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Menjadi “Kartini masa kini” bukan berarti harus besar dan terkenal. Kadang, ia hadir dalam bentuk sederhana: seorang ibu yang mendidik anaknya dengan cinta dan kesadaran, seorang perempuan yang tetap teguh menjaga prinsip di tengah arus, atau siapa saja yang memilih jujur ketika dunia mendorong untuk berpura-pura.

Di era yang serba cepat ini, kita justru sering kehilangan kedalaman. Kita tahu banyak hal, tetapi jarang memahami. Kita terhubung dengan banyak orang, tetapi sering terasing dari diri sendiri. Di sinilah semangat Kartini menjadi relevan: kembali pada kesadaran, pada kejujuran batin, pada keberanian untuk menjadi diri sendiri tanpa harus menunggu pengakuan.

Kartini pernah bermimpi tentang dunia yang lebih terang. Pertanyaannya kini bukan lagi “apa yang ia impikan?”, tetapi “apa yang kita lanjutkan dari mimpinya?”. Sebab terang itu bukan sesuatu yang datang dari luar, melainkan sesuatu yang kita nyalakan—pelan-pelan, dalam diri, dalam keluarga, dalam lingkungan.

Maka, menyambut Kartini adalah tentang menyalakan cahaya itu lagi. Bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan. Karena pada akhirnya, Kartini bukan hanya milik masa lalu. Ia adalah kemungkinan—yang bisa lahir kapan saja, dari siapa saja, termasuk dari diri kita hari ini. Insya Allah.

Tags: KartiniRaden Ajeng KartiniTokoh Sejarah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Lasino on LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi
  • Suraji on Ponpes Wali Barokah Fasilitasi PTK Gelar Latihan Rutin dan Halal Bihalal
  • Suraji on LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi
  • Nanang Naswito on DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026
  • Abih Faqih on LDII Gunungkidul Evaluasi Pembelajaran di TPQ Playen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

April 16, 2026
Puncak Kezaliman

Puncak Kezaliman

April 14, 2026
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

April 16, 2026
Ratusan Generasi Muda LDII Ikuti Workshop Public Speaking di Hari Kedua GenFest

Ratusan Generasi Muda LDII Ikuti Workshop Public Speaking di Hari Kedua GenFest

April 14, 2026
Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

4
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

3
Kerja Bakti Warga LDII Kalisemen Rawat Aset Yayasan dan Perkuat Kebersamaan

Kerja Bakti Warga LDII Kalisemen Rawat Aset Yayasan dan Perkuat Kebersamaan

3
DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026

DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026

3
Sekelumit Kartini

Sekelumit Kartini

April 20, 2026
Mendes PDT Minta LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Mendes PDT Minta LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan Pangan dan Energi

April 18, 2026
Halal Bihalal Bersama Pangdam XXI/Radin Inten, LDII Lamteng Dukung Penguatan Stabilitas Keamanan

Halal Bihalal Bersama Pangdam XXI/Radin Inten, LDII Lamteng Dukung Penguatan Stabilitas Keamanan

April 18, 2026
Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik

Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik

April 17, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sekelumit Kartini April 20, 2026
  • Mendes PDT Minta LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan Pangan dan Energi April 18, 2026
  • Halal Bihalal Bersama Pangdam XXI/Radin Inten, LDII Lamteng Dukung Penguatan Stabilitas Keamanan April 18, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.