Madinah (7/6). Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau kesiapan Millennium Al Aqeeq Hotel di Madinah, Sabtu (6/6/2026), menjelang kedatangan jemaah haji reguler gelombang kedua yang dijadwalkan mulai tiba pada Minggu (7/6/2026).
Usai menunaikan salat Zuhur di Masjid Nabawi, Dahnil berjalan kaki menuju hotel yang berjarak sekitar 50 meter dari masjid tersebut untuk memastikan langsung kesiapan fasilitas yang akan digunakan jemaah Indonesia.
Saat tiba, Dahnil mendapati area lobi cukup padat, terutama di sekitar lift yang dipenuhi antrean jemaah usai salat. Karena antrean cukup panjang, ia memilih menggunakan tangga untuk menuju lantai satu dan meninjau restoran yang akan menjadi tempat makan jemaah.
Baca Juga: Delay Berjam-jam, Wamenhaj Sentil Garuda Indonesia
Setelah melihat kondisi restoran, Dahnil menilai fasilitas yang tersedia sudah memadai dan layak digunakan. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area kamar hotel. Ia mendapat penjelasan bahwa hotel menyediakan kamar berkapasitas dua, tiga, hingga empat tempat tidur.
Saat melihat salah satu kamar berisi dua tempat tidur, Dahnil mengaku puas dengan kualitas fasilitas yang disediakan. Namun, ia mengingatkan agar penempatan kamar dilakukan secara proporsional dan mengutamakan kebutuhan jemaah.
“Pengaturan normatif saja ya, jangan sampai ada afirmasi. Kalau bisa fasilitas yang bagus ini, utamakan yang sepuh-sepuh lansia,” ujarnya kepada petugas akomodasi yang mendampinginya.
Di sela kunjungan, Dahnil juga bertemu sejumlah jemaah haji khusus yang masih menginap di hotel tersebut. Mereka tampak antusias dan bergantian mengajak Wamenhaj berfoto bersama.
Baca Juga: Wamenhaj Dahnil Serahkan Daging Dam Indonesia ke Palestina
Kepada para jemaah, Dahnil menjelaskan bahwa hotel yang selama ini digunakan jemaah haji khusus juga akan ditempati jemaah haji reguler.
“Jemaah haji khusus ya? Tapi nanti jemaah haji reguler juga menempati hotel ini lho. Fasilitasnya sama ya ternyata,” canda Dahnil.
Kepada Media Center Haji, Dahnil menegaskan seluruh layanan di Madinah harus siap sepenuhnya menyambut kedatangan jemaah reguler.
“Besok ketika jemaah haji reguler tiba di sini, semua sudah siap. Kami tadi mendapat informasi jemaah haji khusus yang tinggal di sini bersiap untuk kembali ke Tanah Air,” katanya.
Menurut Dahnil, sekitar 16.930 jemaah haji reguler akan menempati hotel-hotel berbintang empat dan lima yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
“Ini dalam sejarah perhajian kami baru kali ini jemaah totalnya itu sekitar hampir 17 ribu orang menikmati hotel berbintang empat dan bintang lima,” ungkapnya.
Baca Juga: Pasar Kakiyah, ‘Tanah Abang’-nya Makkah
Sejumlah hotel yang disiapkan antara lain Millennium Al Aqeeq, Hilton Madinah, Makarem Ajyad Madinah, dan Front Taiba Hotel, yang selama ini lebih identik dengan layanan bagi jemaah haji khusus.
Dahnil menegaskan peningkatan kualitas akomodasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan haji dari tahun ke tahun. “Mudah-mudahan ini bisa terus kita upgrade, kita perbaiki pelayanannya,” tuturnya.
Ia menambahkan, hotel-hotel yang lokasinya paling dekat dengan Masjid Nabawi akan diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia dan jemaah berkebutuhan khusus. “Hotel-hotel yang dekat-dekat ini pasti banyak akan digunakan oleh jemaah-jemaah kita yang terutama yang lansia, kemudian yang berkebutuhan khusus dan sebagainya,” pungkasnya. (Faqihu Sholih/MCH 2026).












