Wamena (2/6). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Jayawijaya menyalurkan daging kurban kepada masyarakat usai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, (27/5). Sebanyak lima ekor sapi dan satu ekor kambing disembelih, kemudian dagingnya dibagikan kepada warga di sekitar lingkungan sekretariat LDII serta sejumlah perkampungan Muslim di wilayah Wamena dan sekitarnya.
Ketua panitia kurban LDII Kab. Jayawijaya, Sudaryanto, mengatakan, penyaluran dilakukan di beberapa titik, mulai dari kawasan sekitar sekretariat hingga sejumlah wilayah lain di kota Wamena. “Penyaluran dilakukan di sekitar kompleks sekretariat, seperti jalan Nirwana, jalan Patimura, Ahmad Yani, dan pasar Potikelek. Selanjutnya juga disalurkan ke sekitar jalan Panjaitan, Hom-hom, Sanger, serta beberapa perkampungan Muslim di Welesi dan Yabema,” ujarnya.
Selain masyarakat umum, daging kurban juga disalurkan kepada sejumlah relasi dan mitra, serta tokoh-tokoh masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan kurban tak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat di tengah kehidupan masyarakat. “Hakikat ibadah kurban mencakup dua dimensi, yakni spiritual dan sosial. Dimensi spiritual berkaitan dengan ketaqwaan dan penghambaan kepada Allah SWT, sedangkan dimensi sosial diwujudkan melalui semangat berbagi kepada sesama,” kata Sudaryanto.
Panitia menyiapkan sekitar 400 kupon pembagian bagi warga dan anggota LDII. Sementara penerima dari kalangan masyarakat non-Muslim sebanyak 50 kupon. “Kami berharap kegiatan kurban yang dilakukan setiap tahun ini dapat terus memperkuat kebersamaan, toleransi, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Jayawijaya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris FKUB Kabupaten Jayawijaya Pdt Alexander Mauri di Wamena, mengajak semua elemen pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membangun semangat kebersamaan di daerah ini. “Semangat kebersamaan yang diturunkan oleh Nabi Ibrahim AS dapat menjadi motivasi bagi kita untuk hidup saling mengasihi, menghargai, menghormati dan rela berkorban bagi sesama dan orang lain sekali pun,” katanya.
Dia menyampaikan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bagi seluruh umat Muslim di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya. “Pada momentum ini mari kita sama-sama saling menjaga dan mengasihi sehingga memperkuat kerukunan umat beragama di daerah ini. Dengan segala dinamika yang terjadi berupa konflik antarsuku, melalui Hari Raya Idul Adha ini kita saling memaafkan dan hidup saling berdampingan. Itu harus diwujudkan bersama sebagai anak bangsa, anak adat yang ada di wilayah Lapago,” katanya.
Dia menambahkan Papua Pegunungan milik bersama, maka bersama-sama dapat merawat daerah ini dengan sebaik-baiknya sehingga perpecahan dan konflik sosial tidak terjadi lagi. “Kita harus bersama-sama membangun hidup dalam kerukunan umat beragama. Suku-suku yang ada di Papua Pegunungan maupun suku-suku yang datang dari luar supaya dapat hidup dengan menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama,” ujarnya.










