Sangatta (1/3). DPD LDII Kabupaten Kutai Timur menggelar acara bertema “Ayo Nderes” Tahfidzul Quran. Acara itu sebagai wadah mewujudkan generasi penerus (generus) cinta Al Quran sejak dini.
Dewan Penasehat DPD LDII Kutim, H Tugiyarso mengatakan, Tahfidzul Quran harus dilatih sejak usia dini. Ia meminta remaja atau pemuda yang telah mempunyai hafalan juz 30 supaya dipertahankan dan ditingkatkan, “Dengan kita bisa belajar dan menghafal ayat-ayat alquran, maka akan mendapatkan berbagai keutamaan yang besar dari Allah,” ucap Tugiyarso.
Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari usia SD, SMP dan SMA dari Taman Pendidikan Al Quran (TPA) se-Kabupaten Kutai Timur mengikuti kegiatan yang berlangsung di Masjid Ulul Albab, Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Sabtu (16/2) itu. Tadarus hafalan dilaksanakan terdiri dari beberapa kelompok dengan pendamping atau guru tahfidz.
Di momen itu juga, Wakil Ketua DPD LII Kutim H Zuhri memotivasi peserta dan memberikan kiat-kiat menjaga hafalan Al Quran, “Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk menyukseskan target generus yang mengacu pada kurikulum GBMP dari PPG Kutim,” kata dia.
Ia menambahkan, menyambut Ramadan tahun ini, LDII Kutim telah memberikan warna baru dengan mengulang kembali hafalan Alquran generus. “Dengan adanya Tahfidzul Quran tentu akan membuat mereka dekat Allah atau taqorub ilallah, menjadikan generasi penerus yang cerdas, intelektual, dan religius,” ucap Zuhri.
Zuhri berharap para generasi muda juga memiliki pondasi agama yang kuat dan siap menerima tongkat estafet kepemimpinan nantinya, “Harapannya, kegiatan ini tetap berlanjut, memberikan nuansa baru dan semangat generus lainnya. Dengan generus memiliki bekal kefahaman agama yang kuat akan menjadi generus yang siap menerima tongkat estafet kepemimpinan LDII pada masa mendatang,” ujarnya.
Acara itu juga diharapkan membentuk generasi muda yang tidak hanya hafal Al Quran, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. (ard/lines/kutim)













