Makkah (7/6). Kebakaran sempat terjadi di salah satu ruangan di kompleks Al Hidayah Tower, kawasan Aziziyah, Makkah, pada Jumat (6/6/2026) petang. Meski demikian, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan tidak ada jemaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Yang perlu kami pastikan, seluruh jamaah kita tidak ada satu pun yang luka ataupun yang lainnya. Jadi insya Allah semua jamaah kita yang ada di sektor 10 alhamdulillah aman,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, kepada Media Center Haji (MCH), Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 Waktu Arab Saudi, menjelang waktu Magrib. Al Hidayah Tower sendiri merupakan kompleks penginapan yang pada musim haji tahun ini ditempati jemaah asal embarkasi Banten, Padang, dan Banjarmasin yang berada di wilayah kerja Sektor 10 Makkah.
Ihsan menjelaskan, awal kejadian diketahui setelah sejumlah jemaah melihat asap keluar dari area dekat Tower 7. Setelah dilakukan pengecekan, sumber asap berasal dari sebuah ruangan yang digunakan sebagai tempat tinggal karyawan hotel.
“Di situ ada ruangan, ruangan karyawan, semacam kamar karyawan. Dan ternyata setelah ditelusuri, berdasarkan informasi dari teman-teman sektor 10, si karyawan tersebut, karyawan hotel, nge-charge baterai skuter,” jelasnya.
Menurut informasi yang diterima petugas, baterai skuter tersebut diduga mengalami panas berlebih hingga akhirnya meledak dan memicu api yang membakar sejumlah barang di dalam ruangan.
“Mungkin karena kejadiannya itulah, over heat atau apalah gitu ya, kemudian si baterai tersebut meledak sehingga sampai keluar api dan membakar barang-barang yang ada di kamar tersebut,” kata Ihsan.
Pihak hotel segera melaporkan kejadian itu kepada otoritas setempat. Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Sebagai langkah antisipasi, petugas haji bersama manajemen hotel mengevakuasi jemaah yang berada di Tower 6, 7, dan 8 melalui jalur tangga darurat. Evakuasi dilakukan karena sistem keamanan gedung mengharuskan penghentian operasional lift saat terjadi kebakaran.
“Memang asapnya menyebar sampai ke Tower 6, 7, dan 8, makanya jamaah dievakuasi,” ujarnya.
Sekitar pukul 20.00 WAS, petugas pemadam menyatakan api telah padam sepenuhnya dan kondisi kembali aman. Setelah situasi dinyatakan terkendali, jemaah yang sempat dievakuasi diperbolehkan kembali ke kamar masing-masing.
Ihsan menambahkan, saat kejadian jumlah penghuni Indonesia di kompleks Al Hidayah tidak lagi penuh karena sebagian jemaah dari beberapa kloter telah lebih dulu dipulangkan ke Tanah Air.
Ia juga mengingatkan jemaah agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik di kamar hotel guna menghindari risiko serupa.
“Kalau sudah tidak digunakan itu lebih baik dicabut ya, jadi water heater atau alat pemanas air, pemanas nasi, ataupun charger HP dan sebagainya, kalau sudah tidak digunakan lebih baik dicabut saja,” pesannya.
Menurut Ihsan, suhu udara yang tinggi di Makkah juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran apabila penggunaan perangkat elektronik tidak diawasi dengan baik. Karena itu, kewaspadaan seluruh jemaah tetap diperlukan hingga akhir masa operasional haji.(Faqihu Sholih/MCH 2026)












