Tanjungpinang (8/7). Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Kegiatan itu berlangsung di halaman Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Kawasan Alun-Alun Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 4 Juli tersebut, diikuti sekitar 375 peserta dari tujuh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau. Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan MTQ bukan hanya perlombaan membaca Al Quran, tetapi momentum penting untuk menanamkan sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan masyarakat.
“Sesungguhnya MTQ adalah momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai Al Quran kepada masyarakat. Membangun daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik atau capaian indikator ekonomi dan sosial semata,” ujar Andar.
Ia menekankan, yang jauh lebih penting dalam membangun daerah adalah membangun kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, memiliki dedikasi, loyalitas, dan semangat yang dilandasi nilai-nilai Al Quran.
Mengusung tema “Dengan MTQ XII Tahun 2026 Kita Tingkatkan Cinta Quran untuk Kepri Maju, Makmur dan Merata”, perhelatan ini dihadiri pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri, tujuh kepala daerah kabupaten/kota, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta ribuan masyarakat dari seluruh penjuru bumi segantang lada.
Wakil Ketua DPW LDII Kepulauan Riau (Kepri) Solichin yang menghadiri acara pembukaan mengatakan bahwa LDII mendukung pelaksanaan MTQ XII Kepri. “Pengamalan nilai-nilai Al Quran tidak boleh hanya sekadar seremonial belaka. Harus dipraktikkan sebagai kompas moral bagi generasi penerus bangsa,” ujar Solichin.
Solichin berharap, melalui pengamalan nilai-nilai Al Quran, akan mendukung pembentukan karakter luhur umat Islam. “Lebih lanjut, akan terwujud kehidupan yang sesuai dengan perintah Allah di dalam Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW di Al Hadits. Kehidupan yang rukun, harmonis dan saling bertoleransi,” tuturnya.
Pada kesempatan itu Solichin menyampaikan bahwa MTQ merupakan wahana pembinaan generasi Qur’ani sekaligus momentum mendekatkan masyarakat pada nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi sarana syiar Islam. “Mari kita pelajari, pahami kandungan dan mampu mengamalkan ajaran yang ada di dalam Al Quran dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.
Kehadiran LDII dalam MTQ, menurut Solichin merupakan wujud komitmen organisasi mendukung pembinaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al Quran. “Kami berkomitmen ikut membumikan Al Quran, tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.













