Magetan (30/4). DPD LDII Kabupaten Magetan melakukan silaturrahim dengan Kementerian Agama. Pertemuan pada Senin (20/4/2026) itu membahas kolaborasi penguatan dalam pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan layanan keagamaan.
Menurut Ketua DPD LDII Magetan, Joko Pramono, pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembinaan umat melalui bidang dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, “Kami ingin terus memperkuat sinergi dengan Kemenag, khususnya dalam memastikan layanan keagamaan berjalan baik dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ungkap
Ia menjelaskan salah satu agenda yang dibahas adalah perizinan operasional pondok pesantren di bawah naungan LDII. Menurutnya, legalitas lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung tertib administrasi dan peningkatan mutu pendidikan keagamaan.
“Kami berharap ada pendampingan dari Kemenag agar proses perizinan pondok pesantren dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Joko mengungkapkan selain membahas legalitas pondok pesantren, Ia juga menyampaikan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Magetan dan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII, sebagai bagian dari penyelarasan program organisasi dengan kebijakan pemerintah.
“Kami juga mengusulkan kerja sama dalam kalibrasi arah kiblat di masjid-masjid LDII dan pembinaan calon jemaah haji melalui sosialisasi regulasi dan penguatan manasik di tingkat daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Magetan, Ridwan Yulianto, menyambut baik inisiatif silaturahim LDII. Ia menyatakan Kemenag Magetan terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan.
“Silaturahim seperti ini penting untuk membangun komunikasi dan sinergi. Kami siap memfasilitasi, termasuk terkait perizinan pondok pesantren dan layanan keagamaan lainnya,” tegasnya.
Sementara Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Nurdin Hidayat mengatakan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah diperlukan, agar program pembinaan keagamaan dapat berjalan lebih efektif.
“Ketika ormas dan pemerintah berjalan bersama, program akan lebih efektif menjangkau masyarakat,” tutupnya.

