Banyuwangi (27/5). Pemuda LDII menghadiri pertemuan rutin untuk membahas program kerja Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu (FORMULA SATU) Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) tersebut dihelat di Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Royan, Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus harian serta perwakilan pemuda dari berbagai organisasi lintas iman di Banyuwangi, antara lain Ormas Islam (NU, Muhammadiyah dan LDII), Pemuda Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Pemuda Konghucu.
“Era digital seperti saat ini, peran aktif generasi muda sangat penting sebagai motor penggerak kerukunan umat,” ujar Ketua FORMULA SATU Kabupaten Banyuwangi, Ah. Muhson.
Ia menegaskan perbedaan latar belakang suku ras, agama dan keyakinan harus mampu menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun daerah.
“Generasi muda adalah agen perubahan. Melalui FORMULA SATU, kita ingin membangun sinergi yang positif demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan di Banyuwangi. Program-program yang kita rancang harus menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas,” ujar Muhson.
Sementara itu, perwakilan Pemuda LDII sekaligus Sekretaris FORMULA SATU Kabupaten Banyuwangi, Andreas menuturkan, keterlibatan Pemuda LDII dalam forum ini merupakan wujud nyata dari implementasi “8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa” terkait dengan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini ditekankan oleh organisasi.
“Kami dari Pemuda LDII sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari kepengurusan FORMULA SATU. Ini adalah langkah konkrit kami untuk ikut serta membangun karakter bangsa yang inklusif. Sinergi ini juga sejalan dengan visi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi,” ungkapnya.
Ia menambahkan Pemuda LDII siap menyukseskan program-program kerja FORMULA SATU yang akan datang. Khususnya yang berfokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, dialog interaktif, pemanfaatan teknologi digital dan pemberdayaan pemuda yang kreatif, serta penguatan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).











