Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Kisah

Sebab, Kesempatan tidak Datang Dua Kali

2013/09/17
in Kisah
1
menyesal
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Alkisah, ada seorang anak muda yang hidup menjadi pengembala di desanya. Anak itu berperawakan gagah dan memiliki akal yang melebihi seusianya. Budi pekertinya baik, begitu dengan etika dan gelagat yang ia tunjukkan. Maka, tatkala seorang menteri datang ke desa, penduduk menunjuk anak muda tersebut yang menemani menteri.

Pada awalnya, menteri tersebut meremehkan si anak muda. Bagaimana tidak? Lelaki itu hanya pengembala. Bukan siapa-siapa dan tidak memiliki pangkat. Namun, begitu melihat bagaimana tutur katanya yang begitu santun, serta akalnya yang menawan sang menteri menjadi terkagum. Maka, sang menteri menawarkan pemuda tersebut untuk ikut belajar dengannya. Namun, Pemuda itu menjawab, “Untuk apa? Tak ada gunanya. Di sana ataupun di sini sama saja. Saya masih tetap pintar dibandingkan penduduk desa.”
Sang menteri terdiam. Kemudian, ia berkata,”Mengapa tidak? Saya menjanjikan penghidupan yang lebih baik. Di sini, kamu tak akan jadi apa-apa.” Namun, pemuda itu menyangkal,”Sebab apa Anda bisa berkata itu, Tuan? Saya sudah jadi raja di sini tanpa harus belajar dengan Anda. Kalau benar Anda ingin berikan pengajaran, ambil saja dia,”ujar si pemuda sembari menujuk random ke sekitarnya.

Sang menteri mengikuti arah telunjuk pemuda berada. Jari itu tertuju pada lelaki yang berbaju kumal. Menteri kembali berkata,”Kamu yakin menyerahkan penawaran ini padanya? Kamu tak ingin penghidupan yang lebih baik?” Pemuda itu menggeleng. Lantas, menteri itu menganggukkan kepala. Dengan senyum, ia mendekati lelaki berbaju kumal dan mengajaknya ikut serta. Detik berikutnya, baik menteri dan lelaki berbaju kumal itu sudah menjauhi desa.

Lalu, tibalah pada suatu masa dimana tahun sudah mulai menggerus usia, dan tanah kering sebab panas meranggas. Si pemuda pengembala tengah berada dalam pasar menentukan berapa banyak beras yang di dapat Ibu tua bila Ibu tersebut memberikan satu semangka pada penjual. Adu mulut terus terjadi, sebab tak ada yang mengalah. Sampai, datanglah seorang lelaki mencoba meredam emosi. Dengan cekatan, ia mengambil batu dan kayu. Kemudian, lelaki tersebut meletakkan kayu di atas batu, dengan sama panjang disisi batu yang berlainan.
 
“Untuk apa itu?”ucap pemuda pengembala dengan nada sarkastik. Lelaki tersebut hanya tersenyum tanpa menjawab. Ia lebih memilih untuk meletakkan semangka di salah satu sisi kayu, kemudian meletakkan dua kantung beras di sisinya yang lain. Sesaat, ia terdiam. Lantas, ia mengambil satu kantung lagi dan meletakkannya bersama dua kantung lain. Papan kayu tersebut terlihat sejajar dan pada ketinggian yang sama. Ia tersenyum.

“Nah, ibu dapat 3 kantung beras untuk semangka ini.”ucapnya. Pemuda pengembala merasa tersinggung. Terlihat sudut alisnya bertemu dan nafasnya memburu. Dengan lantang ia berkata,”Sok tahu sekali kamu. Kamu siapa bisa begitu saja menentukan? Apa dasar pemikiranmu!”

Dengan tenang, lelaki tersebut mengambil 1 kantung beras dan meletakkan di sisi kanan  papan kayu. Lalu, ia mengambil kembali 1 kantung beras lain dan meletakkannya di sisi kayu yang lain. Setelahnya, ia berkata,”Lihat, papan kayunya berada pada posisi yang sama, kan? Tinggi dan jajarannya sama. Itu berarti beratnya sama. Coba saya ambil kantung yang di sebelah kiri. Bisa dilihat, papannya akan jatuh di sebelah kanan. Ini sebab berat lawannya kalah. Coba saya letakkan kembali karung ini di tempat tadi. Nah, sejajarkan mereka? Ini karena berat lawannya sama.”

Begitu mendengar penuturan si lelaki, penduduk ber-oh ria. Pemuda pengembala merasa tergerus harga dirinya, sebab dikalahkan pemikiran oleh si lelaki. Maka, iapun membuktikan sendiri dan mulai menimbang menggunakan kayu yang ditopang batu tersebut. Berkali-kali ia mencoba, dan hasilnya selalu sama. Sama seperti perkataan lelaki tersebut.

“Siapa kamu? Kenapa kamu bisa mengalahkan ilmu saya?”tanya pemuda pengembala pada lelaki tersebut. “Saya hanyalah lelaki kumal yang dulu kamu beri kesempatan untuk belajar. Dan atas itu, saya ucapkan banyak terimakasih padamu.”

Ucapan lelaki tersebut membuat si pemuda pengembala lemas. Ia seperti menelan sebongkah batu, dan batu tersebut menghatam jantungnya. “Kamu, yang dungu, bisa sepintar ini. Menteri itu hebat sekali.”ucapnya tertegun. Lelaki itu berkata, “Iya, beliau mengajarkan saya banyak hal,”balas lelaki tersebut. Pemuda pengembala kembali berkata,”Menteri itu, kapan kembali mengawasi desa kita? Aku, aku ingin bertemu dengannya. Meminta pengajaran darinya.”

Si lelaki terdiam sembari menunduk. Lalu, setelah udara melegakan paru-parunya, ia menjawab,”Tuan menteri sudah lama meninggal. Sebagai gantinya, saya yang berkeliling menggantikan beliau…”

Setelah itu, suara lelaki tersebut tak mampu ditangkap pemuda pengembala. Pemuda tersebut sudah lebih dulu tenggelam dalam penyesalannya sendiri.

***

Yap, sepenggal kisah di atas mungkin terlihat absurb. Tapi, paling tidak memberikan sebuah gambaran kepada kita, bahwa kesempatan tak akan terulang lagi untuk kedua kalinya. Kesempatan belajar pada menteri itu ibarat hidayah yang sekarang sudah kita dapatkan. Hidayah ini juga berarti kita diberikan kesempatan oleh Alloh untuk menjadi calon penghuni surga; menjadi makhluk yang dimuliakan oleh Alloh.

Namun, kesempatan yang kita pegang ini, yaitu hidayah, haruslah kita genggam erat. Sebab, sekali saja jemari kita melonggar, kesempatan ini bisa jatuh tercecer bahkan hilang selamanya. Maka, sebagai makhluk yang sudah diberikan kesempatan oleh Alloh ini, kita patut sekali bersyukur, patut sekali mempertahankan hidayah sak pol kemampuan kita. Jangan sampai kita menyesal seperti si pemuda pengembala. Si pengembala sih enak, menyesalnya masih dalam desanya. Fiktif lagi. Lha, kalau kita, hilang kesempatan berarti neraka. Sementara, neraka itu adalah siksaan paling dahsyat yang Alloh janjikan sebagai ganjaran bagi makhluk-Nya yang tidak mau to’at padanya.

Kita tidak ada yang mau masuk neraka, kan? Semua maunya menjadi penghuni surga kan? Maka, genggamlah kesempatan yang ada ini dengan erat. Genggam, bahkan bila darah yang menghiasi tanganmu hanya tinggal semili. Genggam erat, seperti kamu enggan melihatnya terbuang. Sebab, bila jarimu terlonggar sedikit, kesempatan yang kamu genggam ini bisa saja tercecer, bahkan jatuh menghilang.
    
Ingat, ya. Genggam terus hidayahmu. Jangan sampai hidayahmu hilang. (C.id)

Comments 1

  1. Rini says:
    5 years ago

    Subhanallah,,sampai nangis baca ni cerita…semoga kita semua selalu dalam hidayah ini sampai mati,,amiiiiin

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Afraimon on LDII Jelaskan Makna Ikhlas Berkurban dan Berbagi Lewat Gotong Royong
  • Jojon on Selilit Kurban
  • Dharmajaya on Selilit Kurban
  • Ichwan Bali on Selilit Kurban
  • Angka DH on Ketua LDII Tanah Laut Raih Doktor di IPB Melalui Penelitian Sorgum
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

May 27, 2026
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf

Sidak Tenda Arafah, Amirulhaj Peringatkan KBIHU yang Melanggar

May 23, 2026
DPP LDII Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

DPP LDII Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

May 28, 2026
Ponpes Wali Barokah Terima Sapi Kurban Amanah dari Wakil Presiden RI

Ponpes Wali Barokah Terima Sapi Kurban Amanah dari Wakil Presiden RI

May 26, 2026
Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

11
Ketua LDII Tanah Laut Raih Doktor di IPB Melalui Penelitian Sorgum

Ketua LDII Tanah Laut Raih Doktor di IPB Melalui Penelitian Sorgum

5
Selilit Kurban

Selilit Kurban

3
DPP LDII Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

DPP LDII Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

3
LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu

LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu

June 1, 2026
LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas

LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas

June 1, 2026
LDII Jayapura Salurkan Sapi Kurban Bantuan Bupati untuk Warga Masyarakat

LDII Jayapura Salurkan Sapi Kurban Bantuan Bupati untuk Warga Masyarakat

June 1, 2026
LDII Bitung Dorong Budaya Gotong Royong agar Semua Warga Bisa Berkurban

LDII Bitung Dorong Budaya Gotong Royong agar Semua Warga Bisa Berkurban

June 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu June 1, 2026
  • LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas June 1, 2026
  • LDII Jayapura Salurkan Sapi Kurban Bantuan Bupati untuk Warga Masyarakat June 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.