Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Bahagia (lagi)

2010/06/02
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Setelah kita tahu bahwa letak kebahagiaan itu ada di dalam (hati), selanjutnya yang harus dilakukan adalah memulai perjalanan ke dalam hati diri kita masing – masing. Namun sebelumnya simaklah pesan mantan Sekjen PBB, Dag Hammersjold, yang banyak melakukan perjalanan antarnegara dan antarbenua. Dia mengatakan; ”Perjalanan yang paling panjang dan paling melelahkan adalah perjalanan masuk ke dalam diri kita sendiri.” Kalau di bahasa kita ada pepatah; Gajah di pelupuk mata tidak tampak, tapi kuman di seberang lautan nampak. Ada lagi pepatah mengatakan; Buruk muka cermin dibelah. Atau kata bijak yang lain; Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau dari rumput rumah sendiri. Ini menunjukkan bahwa memang untuk masuk dan melihat diri sendiri secara utuh itu sangat berat – tantangannya, dan dibutuhkan perjuangan yang panjang, baik menurut ukuran waktu dan lika – liku jalan yang harus ditempuh. Terlebih jika tidak mendapatkan bimbingan dari orang yang tepat dan petunjuk pelaksanaan yang jelas, oh niscaya gagal keprathal di tengah jalan, bahkan ketika baru memulainya.
Untuk memulai perjalanan ke dalam hati prinsip pertama yang harus disadari adalah bahwa semua amal yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Ingatlah firman Allah dalam Surat Fushilat ayat 46 :Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) berat atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.
Kita berbuat baik hasilnya akan kita petik nanti. Sebaliknnya jika kita berbuat jelek, maka hasilnya juga kita yang akan menuai nanti. Adapun orang lain ikut merasakan kebaikan yang kita perbuat, itu hanyalah efek samping. Bisa juga dikatakan sebagai lebihan atau cermin. Yang terpenting adalah bahwa hati kita merasakan kepuasan ketika kita bisa berbuat baik kepada orang lain. Hati merasa bahagia sebab kita bisa menyenangkan orang lain. Kebahagian mereka adalah kebahagiaan kita sebab kita hanya sebagai perantara saja. Tak lebih. Yang kita lihat adalah apa yang akan dirasakan hati kita. Tidak terbalik, kita malah mengharapkan balasan darinya. Atau merasa sombong dengan kebaikannya. Kalau bukan karena saya, oh pasti……… Karakter (lembah manah) seperti di atas akan didukung apabila kita bisa memiliki paradigma menjadi, bukan memiliki dalam keseluruhan hidup ini.
Dalam kehidupan ada dua paradigma. Pertama, golongan “Memiliki”, dan kedua aliran “Menjadi”. Paradigma “Memiliki” dianut oleh kebanyakan orang.  Disini ukuran kesuksesan adalah apa yang kita miliki. Manusia dinilai dan menilai orang lain berdasarkan apa yang mereka miliki : harta, rumah, kendaraan, jabatan, pangkat, dan sebagainya. Paradigma Menjadi adalah paradigma yang melihat seseorang berdasarkan kualitas kemanusiaannya. Disini yang penting bukanlah apa yang kita miliki tetapi karakter kita, kepribadian dan pertumbuhan diri kita sendiri. Orang dengan paradigma Menjadi bukannya tak memiliki barang apapun. Ia juga memiliki sesuatu dan mencintai sesuatu itu, tetapi ada batasnya: ”Sesungguhnya dunia ini hijau dan manis, maka barang siapa yang mendapatkannya dengan baik, niscaya akan diberkati. Tapi, siapa yang mendapatkannya dengan cara berlebih-lebihan, niscaya tidak diberkati. Seperti layaknya orang yang makan dan makan, tanpa pernah merasa kenyang.”

Bedanya, ia tak terikat dan tergantung dengan sesuatu itu. Ia sadar bahwa kebahagiaan sejati hanya didapat dengan mencari ke dalam dirinya. Ia sadar bahwa apa yang dimilikinya hanyalah pinjaman yang suatu ketika akan kembali kepada pemiliknya yang sejati. Karena itu kehilangan sesuatu baginya bukanlah kehilangan segalanya. Jangan lupa, manusia disebut sebagai Human Being dan bukan Human Having!

Paradigma “Memiliki” mempunyai beberapa kelemahan. Pertama, manusia takkan bahagia, karena akan selalu merasa kekurangan. Manusia terus dipacu untuk memiliki lebih banyak lagi. Manusia yakin akan bahagia bila semua keinginan Manusia terpenuhi. Padahal keinginan inilah yang membuat Manusia tegang dan frustasi. Manusia tak bahagia karena lebih memusatkan diri pada segala sesuatu yang tidak Manusia miliki dan bukannya pada apa yang telah Manusia miliki.

Kedua, paradigma memiliki akan membuat Manusia dihantui ketakutan. Manusia takut kehilangan apa yang telah Manusia peroleh dengan susah payah. Bayangkan orang yang berani bersikap kritis. Coba beri ia jabatan. Biasanya keberanian dan daya kritisnya akan menurun. Mengapa? Karena kini ia sibuk dengan jabatannya. Ia sibuk melakukan apapun juga supaya jabatannya tak hilang. Ada guyonan, apa bedanya pejabat dengan guru? Kalau guru menyampaikan materi dalam presentasi dilakukan dengan posisi berdiri, sedangkan pejabat jika menyampaikan materi dilakukan dengan duduk. Mau tahu kenapa? Sebab takut hilang kursinya kalau ditinggal berdiri. Ketakutan kehilangan kekuasaan ini sebenarnya jauh lebih berbahaya ketimbang kekuasaan itu sendiri!

Ketiga, hidup kita akan stagnan. Terpenuhinya keinginan manusia paling-paling hanya membawa kesenangan sesaat. Begitu manusia memiliki sesuatu, penghargaan manusia pada sesuatu itu biasanya berkurang. Seorang lelaki tertarik  pada seorang gadis cantik, kemudian menikahinya. Lantas, apa lagi? Ini beda dengan paradigma “Menjadi”. Manusia tetap bisa meningkatkan kualitas diri  menjadi suami yang makin baik dari waktu ke waktu. Paradigma “Menjadi” memang tak ada batasnya.

Jadi, mari kita sadari bersama bahwa langkah awal untuk bahagia adalah menyadari bahwa semua tindakan yang akan kita lakukan akan kembali bermuara pada diri kita masing – masing.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Angka DH on LDII Kabupaten Bandung Apresiasi Pengabdian Polri Sambut Hari Bhayangkara ke-80
  • H. Warsito on Perkuat Keharmonisan Keluarga, LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Sakinah Journey
  • H. Warsito on LDII Kaltara Gelar Cek Kesehatan Wanita, Jaga Kesejahteraan Keluarga
  • H. Warsito on Pemuda LDII Ketapang Bahas Pasangan Ideal Antara Sunnah dan Realita
  • H. Warsito on LDII Kalsel Silaturahmi dengan Korem 101/Antasari Jajaki Sinergi Program Kerja
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII dan MTA Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Bangun Kolaborasi

LDII dan MTA Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Bangun Kolaborasi

July 9, 2026
Atlet Muda Persinas ASAD Nunukan Sabet Juara 1 O2SN untuk Silat Seni Tunggal Putra

Atlet Muda Persinas ASAD Nunukan Sabet Juara 1 O2SN untuk Silat Seni Tunggal Putra

July 5, 2026
Puncak Kezaliman

Puncak Kezaliman

June 29, 2026
Dukung Program Ketahanan Pangan, Warga LDII Cipta Praja Panen Jagung

Dukung Program Ketahanan Pangan, Warga LDII Cipta Praja Panen Jagung

July 7, 2026
LDII dan MTA Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Bangun Kolaborasi

LDII dan MTA Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Bangun Kolaborasi

4
Jaga Kerukunan dan Kamtibmas, LDII Beji Perkuat Sinergi dengan Tiga Pilar

Jaga Kerukunan dan Kamtibmas, LDII Beji Perkuat Sinergi dengan Tiga Pilar

2
LDII Kabupaten Bandung Apresiasi Pengabdian Polri Sambut Hari Bhayangkara ke-80

LDII Kabupaten Bandung Apresiasi Pengabdian Polri Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2
DPP LDII Apresiasi Pembekalan Bela Negara dan Perang Proksi dalam Kemping Permata CAI

DPP LDII Apresiasi Pembekalan Bela Negara dan Perang Proksi dalam Kemping Permata CAI

3
Silaturahim dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DPP LDII Diskusi Persoalan Umat

Silaturahim dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DPP LDII Diskusi Persoalan Umat

July 9, 2026
LDII Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Sumenep Maju dan Religius

LDII Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Sumenep Maju dan Religius

July 9, 2026
Bupati Ipuk Apresiasi Konsistensi LDII Banyuwangi Bina Karakter Generasi Muda

Bupati Ipuk Apresiasi Konsistensi LDII Banyuwangi Bina Karakter Generasi Muda

July 9, 2026
LDII DIY Dukung Program Kampung Iklim, Dua Wilayah Dampingan Raih Penghargaan ProKlim

LDII DIY Dukung Program Kampung Iklim, Dua Wilayah Dampingan Raih Penghargaan ProKlim

July 9, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Silaturahim dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DPP LDII Diskusi Persoalan Umat July 9, 2026
  • LDII Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Sumenep Maju dan Religius July 9, 2026
  • Bupati Ipuk Apresiasi Konsistensi LDII Banyuwangi Bina Karakter Generasi Muda July 9, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.