Banyuwangi (8/7). Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi atas komitmen DPD LDII Kabupaten Banyuwangi dalam membina generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, pada Selasa (7/7/2026).
“Saya mengapresiasi LDII yang konsisten menjadikan Permata CAI sebagai ruang pembinaan. Materi yang diberikan sangat komprehensif untuk membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan berintegritas. Ini modal penting bagi bangsa kita,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Ia menekankan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Menurutnya, teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat optimal jika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat.
“Teknologi semakin cerdas, namun belum tentu manusia semakin bijaksana. Sehebat apa pun teknologi, ketika SDM kita memiliki akhlak, iman, dan karakter yang kuat, ia tidak akan menjadi budak teknologi. Saya berharap CAI menjadi sarana membentuk generasi yang berlandaskan iman kepada Allah, Al-Qur’an, dan Sunnah,” tegasnya.
Bupati Ipuk membandingkan dinamika global di mana banyak negara kaya Sumber Daya Alam (SDA) kalah berkompetisi karena lemahnya kualitas manusia. Sebaliknya, negara dengan SDA terbatas mampu unggul karena kelebihan kapasitas SDM-nya.
“Ayo anak-anak, bangun karakter. Orang yang diterima di tempat kerja, dapat jabatan adalah orang-orang yang berkarakter. Saya berharap CAI menjadi sarana LDII untuk membentuk generasi mudanya menjadi generasi yang berkarakter. Karakter Islam, karakter yang beriman, bukan sekadar tangguh, tetapi berlandaskan iman kepada Allah, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan momen perkemahan ini secara maksimal sebagai ruang interaksi sosial yang nyata, sesuatu yang tidak bisa didapatkan hanya melalui layar gawai.
“Disini kalian akan menerima materi yang tidak ada di gawai dengan gadgetnya, dengan handphone-nya. Akan diajarkan menghormati teman, menjaga alam. Semoga acara ini bisa diselaraskan dengan program Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah),” pungkas Bupati
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Heri Sujatmiko, mengungkapkan bahwa pembinaan generasi penerus di LDII dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah mewujudkan “Tri Sukses Generasi Penerus”, yakni memiliki akhlak mulia, pemahaman agama yang kuat, dan kemandirian.
“Pembinaan kami mulai dari lingkungan keluarga, PAC, hingga PC, termasuk edukasi gizi anak sebagai fondasi dasar. Kehadiran Ibu Bupati di setiap agenda CAI menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dengan ormas keagamaan dalam membangun karakter bangsa,” ungkapnya.
Heri menambahkan, kegiatan ini berpedoman pada motto generasi penerus LDII, yakni: “Kecil terbina, Muda berkarya, Hidup bersahaja, Berkeluarga Bahagia, Mati masuk surga”.
Selain itu, Ketua Panitia Permata CAI ke-47, Nanang Tri Wahyudi, menjelaskan kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi wadah pembentukan karakter yang memadukan wawasan kebangsaan, bela negara, akhlakul karimah, serta kewirausahaan.

“Kami juga menghadirkan bazar UMKM dan menargetkan 1.500 pengunjung selama acara, harapannya dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia juga menerangkan, selain pembinaan kepada peserta, juga ada penyaluran santunan kepada anak yatim di sekitar lokasi perkemahan sebagai wujud kepedulian sosial.
Nanang juga menjelaskan sinergitas dengan Pemkab Sumenep terlihat dari hadirnya stan pelayanan publik, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispedukcapil).
“Langkah ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam menggerakkan kegiatan berbasis masyarakat yang positif dan bermanfaat luas,” tutupnya.














