Madinah (9/6). Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah terus memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan klinik satelit di lokasi baru yang lebih strategis, sehingga akses layanan medis bagi jemaah dapat dilakukan lebih cepat dan optimal.
“Kami dari tim kesehatan Sektor 3 baru saja menempati klinik satelit yang baru di Hotel Manazil Al Rahma. Tempat ini sudah kami siapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan, terutama pemeriksaan rawat jalan bagi jemaah,” ujar Petugas Kesehatan Sektor 3 Daker Madinah, Much Agung, Selasa (9/6).
Menurut Agung, selain melayani pemeriksaan umum, klinik satelit tersebut kini dilengkapi sistem pengambilan sampel darah yang dapat mempercepat proses pemeriksaan laboratorium bagi jemaah.
Baca Juga: Pemulangan Jemaah Jadi Fokus Utama Pasca Puncak Haji
“Sekarang kami bisa melakukan pengambilan sampel darah di klinik ini. Sampel kemudian dikirim ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk diperiksa, sehingga alur pemeriksaan laboratorium menjadi lebih cepat,” jelasnya.
Dalam memberikan pelayanan, tim kesehatan menerapkan sistem triase untuk menentukan tingkat kegawatan kondisi pasien. Jemaah dengan kondisi darurat akan langsung dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, sementara kasus ringan hingga sedang dapat ditangani di klinik satelit.
“Jemaah dengan kategori kegawatan tinggi akan langsung kami rujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Sedangkan yang mengalami keluhan ringan bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan di klinik satelit ini. Tujuannya agar layanan kesehatan semakin dekat dengan jemaah,” katanya.
Baca Juga: 47 Ribu Jemaah Sudah Kembali, Layanan Haji Terus Dievaluasi
Agung juga mengingatkan jemaah, khususnya yang memiliki penyakit kronis, agar tetap disiplin mengonsumsi obat yang dibawa dari Indonesia selama berada di Tanah Suci.
“Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis, kami mengimbau untuk tetap rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dan tidak menghentikannya selama menjalankan ibadah haji,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta jemaah untuk menyampaikan setiap keluhan kesehatan kepada dokter kloter agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Wamenhaj: Jemaah Reguler Tempati Hotel Setara Haji Khusus
“Jemaah sebaiknya berkoordinasi terlebih dahulu dengan dokter kloter. Nantinya dokter kloter akan berkomunikasi dengan tim kesehatan sektor sehingga penanganan bisa dilakukan secara bertahap dan terpantau dengan baik,” ujarnya.
Untuk memastikan layanan kesehatan selalu tersedia, klinik satelit tersebut akan beroperasi sepanjang waktu dengan dukungan tenaga kesehatan haji kloter dan tim kesehatan sektor.
“Pelayanan di klinik satelit ini direncanakan berlangsung selama 24 jam. Petugas kesehatan kloter akan bertugas secara bergantian dengan koordinasi dari tim sektor agar pelayanan kepada jemaah tetap berjalan tanpa henti,” pungkas Agung. (Faqihu Sholih/MCH 2026)













