Kebumen (15/4). DPD LDII Kabupaten Kebumen menggelar media gathering bersama Persatuan Wartawan Indonesia Kebumen, Jawa Tengah pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan berlangsung di Rumah Makan Sambal Juara, Jalan Tentara Pelajar, Kawedusan, dan dihadiri pengurus LDII serta sejumlah wartawan lokal.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus forum komunikasi antara LDII dan insan pers di Kebumen. Dialog berlangsung terbuka dengan pembahasan seputar peran media dalam menyampaikan informasi publik, termasuk penguatan narasi yang edukatif dan menjaga kondusivitas daerah.
Ketua DPD LDII Kebumen Gunardi memberikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2026 kepada para wartawan. Ia menilai pers memiliki posisi strategis dalam membangun opini publik dan menjaga keseimbangan informasi. “Media menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan dan mendorong masyarakat tetap rukun. Kami ingin hubungan ini terus terjaga dan berkembang,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Gunardi juga mengajak warga LDII dan umat Islam mempersiapkan Ramadan 1447 H dengan peningkatan kualitas ibadah dan menjaga hubungan sosial. Ia menyebut ada lima target ibadah yang menjadi fokus selama Ramadan, mulai dari puasa, tarawih, khatam Al Quran, zakat fitrah, hingga iktikaf.
“Momentum Ramadan kami arahkan untuk membangun disiplin ibadah sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” kata dia. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama bulan suci.
Gunardi memaparkan perkembangan LDII di Kebumen yang hampir menjangkau seluruh wilayah kecamatan. Dari 26 kecamatan, lima wilayah masih dalam proses pembentukan kepengurusan, yaitu Kutowinangun, Pejagoan, Karangsambung, Sadang, dan Padureso.
Ia menambahkan, LDII saat ini membina sekitar 70 masjid yang tersebar di berbagai kecamatan, “Di wilayah tersebut sudah ada warga dan aktivitas ibadah berjalan. Ini menjadi dasar penguatan struktur organisasi ke depan,” ujarnya.
Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kebumen Sayed Raden Gus Septadi menyoroti arah program pembinaan LDII yang berfokus pada pembentukan 29 karakter luhur. Nilai tersebut meliputi kejujuran, amanah, kerja keras, serta penguatan iman yang diimbangi wawasan kebangsaan.
“Pembinaan karakter menjadi prioritas. Kami ingin generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kebangsaan,” ujarnya.
Gus Septadi juga menyampaikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah. Ia menilai program tersebut memiliki dampak langsung bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Program ini selaras dengan prinsip berbagi dalam ajaran Islam, seperti akikah dan kurban. Selain meningkatkan asupan gizi, kegiatan tersebut ikut menggerakkan sektor peternakan,” kata dia.










